5 Faktor Penentu Key Performance Indicator dan Tips Menerapkannya

Key performance indicator atau KPI merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dalam mencapai targetnya. Apakah tujuan tersebut berhasil dicapai atau tidak, semua akan terlihat dari nilai KPI yang diperoleh. KPI pun berkembang menjadi alat evaluasi yang sangat penting. Tidak mengherankan jika indikator ini kini banyak diadopsi oleh startup hingga perusahaan.

Faktor Penentu Key Performance Indicator

KPI atau key performance indicator hanya akan berhasil jika diterapkan dengan benar. Ada beberapa faktor yang menjadi penentu. Berikut faktor-faktor tersebut.

1. Specific

Ada beberapa indikator dalam KPI. Indikator-indikator tersebut harus disusun dengan baik, detail, dan spesifik. Dengan demikian, materi yang disampaikan jadi lebih mudah dipahami.

2. Measurable

Indikator dalam KPI harus terukur dengan benar, baik dari sisi kuantitatif maupun kualitatif. Jadi, jangan asal susun indikator saja tanpa memperhatikan apakah indikator tersebut dapat dihitung atau tidak.

3. Achievable

Indikator KPI harus bisa dicapai. Lebih dari itu, indikator tersebut juga harus bisa memberi manfaat dalam pengambilan keputusan.

4. Relevant

Indikator KPI tidak boleh mengada-ada dan harus sesuai dengan bidangnya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman.

5. Timely

Indikator yang digunakan dalam KPI harus memiliki jangka waktu. Anda harus memikirkan apakah indikator tersebut bisa dicapai dalam jangka waktu tertentu atau tidak.

Manfaat Penerapan Key Performance Indicator dalam Perusahaan

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari penerapan key performance indicator. Berikut beberapa diantaranya.

1. Untuk Menjaga Arah Strategi Bisnis

KPI bisa digunakan sebagai panduan terkait apa saja yang perlu dilakukan oleh karyawan demi mencapai tujuan perusahaan. Jika memang ada yang belum sesuai dengan tujuan atau bahkan menyimpang, perusahaan bisa segera mengambil tindakan sesuai arah strategi bisnisnya.

2. Sebagai Alat Bantu untuk Mengarahkan Karyawan

Perusahaan dapat menggunakan indikator-indikator KPI untuk melihat prioritas kinerja yang perlu dikembangkan. Dengan demikian, tujuan bisnis bisa tercapai sesuai dengan harapan.

3. Membantu HR (Human Resources) Mengambil Keputusan

Indikator-indikator KPI menyajikan data terkait karyawan. Data-data tersebut tersusun secara rapi. Hal ini akan sangat membantu HR di saat harus mengambil keputusan.

4. Membantu Karyawan untuk Mengetahui Kinerjanya

Karyawan bisa memanfaatkan indikator KPI untuk mengetahui kinerja mereka sendiri. Apakah performanya sudah bagus atau belum, semua itu bisa dilihat dari paparan data dalam KPI.

Tips Menerapkan Key Performance Indicator

Jika melihat manfaat key performance indicator, akan sangat masuk akal jika ada banyak perusahaan yang ingin menerapkannya. Jika Anda tertarik untuk menerapkannya juga, berikut tipsnya.

1. Memiliki Tujuan yang Jelas

Tentukan tujuan bisnis Anda secara jelas. Apakah itu untuk memimpin pasar atau meningkatkan penjualan, tujuan inilah yang nantinya menjadi acuan dalam menyusun dan mengevaluasi KPI.

2. Kumpulkan Data

Anda butuh data untuk mulai menghitung nilai KPI. Untuk itu, Anda perlu mengumpulkan data-data yang valid dan spesifik.

3. Tinjau Perubahan

Perubahan yang terjadi perlu ditinjau. Apakah target berhasil dicapai atau tidak, semua itu perlu dipantau. Meski demikian, Anda juga tidak boleh tergesa-gesa menambah beban target berikutnya jika target sebelumnya tidak tercapai.

4. Membuat Rumusan KPI

Setiap perusahaan itu unik. Oleh karena itu, rumusan KPI-nya juga tidak selalu sama. Buatlah rumusan KPI yang sesuai dengan perusahaan Anda. Dalam prosesnya, Anda mungkin perlu menguji rumusan tersebut demi mendapatkan rumusan yang paling sesuai dengan realisasi.

5. Mempresentasikan KPI

Agar lebih mudah dicerna, indikator kinerja perlu diubah dalam bentuk visual, baik itu dalam bentuk bagan atau diagram. Dengan presentasi yang mudah dimengerti, mengarahkan karyawan juga jadi lebih mudah.KPI atau key performance indicator sangat berguna bagi perusahaan dan karyawan. Namun untuk mendapatkan manfaat terbaiknya, KPI harus dibuat dengan objektif berdasarkan kinerja karyawan.

Share

Related Article

brd

Apa Saja Konten dari Business Requirement Document?

Keberhasilan suatu proyek sangat bergantung pada perencanaan dan pemahaman tentang apa yang ingin dicapai. Untuk alasan inilah, business requirement document atau BRD dibutuhkan.  Business Requirement

value stream mapping

Fungsi Value Stream Mapping dalam Manajemen Produksi

Efisiensi produksi tidak mungkin bisa dicapai tanpa mengetahui di mana titik permasalahan dan pemborosan itu terjadi. Untuk mengidentifikasinya, Anda membutuhkan alat yang tepat. Inilah saat

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: