Bisnis Stagnan? Terapkan 6 Cara Meningkatkan Penjualan Ini

Salah satu ciri bisnis yang sehat adalah terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Namun yang namanya bisnis, omset naik turun seakan sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan stagnasi yang kerap menjadi momok menakutkan sebenarnya juga bisa menjadi momen untuk merenungkan kembali strategi dan taktik yang telah dijalankan. Lebih dari itu, situasi ini bisa menjadi kesempatan untuk belajar lagi dan kembali memikirkan bagaimana cara meningkatkan penjualan. 

Alasan Bisnis Stagnan 

Stagnasi dalam bisnis tidak terjadi karena nasib sial belaka. Situasi ini sering kali merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor.  

Salah satu faktor yang menyebabkan bisnis mengalami stagnasi adalah ketidakmampuan untuk melibatkan pelanggan dengan baik. Ini mencakup aspek pelayanan pelanggan yang tidak memadai, kurangnya penghargaan terhadap loyalitas pelanggan, serta kegagalan dalam membangun hubungan melalui interaksi media sosial.  

Selain itu, melakukan banyak hal sendirian dan pemanfaatan teknologi yang kurang optimal juga turut berkontribusi pada turunnya angka pertumbuhan.  

Untungnya, stagnasi bukanlah kondisi yang permanen. Jika Anda tahu bagaimana cara meningkatkan omset penjualan dan sigap mengambil tindakan, bisnis bisa saja kembali bergeliat, bahkan berkembang lebih pesat. 

6 Cara Meningkatkan Omset Penjualan 

Setelah mengetahui alasan kenapa bisnis Anda mengalami stagnasi, berikutnya muncul pertanyaan baru. Bagaimana strategi meningkatkan penjualan dan menghidupkan kembali pertumbuhan bisnis Anda? Berikut enam cara yang bisa Anda pertimbangkan: 

1. Kenali target audiens atau konsumen anda 

Strategi marketing dan teknik penjualan paling canggih tidak akan banyak membantu jika Anda salah sasaran. Anda harus tahu kepada siapa strategi itu ditujukan dan benar-benar paham tentang siapa mereka.  

Siapa target audiens Anda? Apa yang mereka butuhkan? Apa masalah yang bisa Anda bantu selesaikan? Dengan memahami siapa yang ingin Anda jangkau, Anda bisa meramu strategi pemasaran yang lebih tajam. 

2. Lakukan riset pasar 

Identifikasi kebutuhan, preferensi, dan tren di pasar. Anda perlu mengetahui siapa kompetitor Anda, apa produk atau layanan yang mereka tawarkan, dan bagaimana respons konsumen terhadap produk tersebut. Dengan semua informasi yang berhasil dikumpulkan, Anda bisa menyesuaikan produk dan strategi pemasaran agar lebih sesuai dengan keinginan pasar. 

3. Gunakan kanal digital marketing 

Di era digital seperti sekarang ini, kehadiran online adalah suatu keharusan. Manfaatkan media sosial, website, dan platform e-commerce untuk mempromosikan produk atau layanan Anda.  

Cari tahu cara meningkatkan penjualan online melalui iklan di media sosial seperti Instagram, Facebook, atau TikTok. Jika Anda menjual produk online, pastikan tampilan website dan keterangan produk Anda informatif sekaligus provokatif dalam artian positif. 

4. Beri penawaran menarik kepada konsumen 

Penawaran menarik seperti diskon, promo buy-one-get-one, atau bonus pembelian bisa menarik minat konsumen. Ini adalah cara yang efektif untuk membuat konsumen merasa bahwa dirinya mendapatkan nilai tambah dari pembelian yang mereka lakukan.  

Saat membuat penawaran, pertimbangkan apa yang diinginkan oleh target pasar Anda. Tindak lanjut dari penawaran tersebut juga perlu dipikirkan agar konsumen tidak sekedar membeli hanya karena ada promo. 

5. Jaga kualitas layanan 

Kualitas layanan adalah kunci untuk mempertahankan dan membangun loyalitas pelanggan. Baik dalam transaksi offline maupun online, pastikan kualitas layanan Anda tetap konsisten dan memuaskan. Pelanggan yang puas lebih cenderung repeat order dan merekomendasikan bisnis Anda kepada orang yang mereka kenal. 

6. Pertahankan tingkat kepuasan pelanggan 

Ingat, menjaga hubungan baik dengan pelanggan itu penting. Dengarkan masukan mereka, tanggapi keluhan dengan cepat, dan berikan apresiasi kepada pelanggan setia. Jika mereka memang benar-benar puas, Anda bahkan tidak perlu meminta ulasan atau testimoni positif sebagai materi promosi berikutnya. 

Dengan strategi pemasaran yang efektif, Anda bisa mendorong bisnis demi pertumbuhan yang lebih baik. Ingat bahwa setiap bisnis itu unik. Dunia bisnis juga sangat dinamis. Karena itu, penting untuk terus memantau dan menyesuaikan strategi sesuai kondisi pasar. 

Share

Related Article

brd

Apa Saja Konten dari Business Requirement Document?

Keberhasilan suatu proyek sangat bergantung pada perencanaan dan pemahaman tentang apa yang ingin dicapai. Untuk alasan inilah, business requirement document atau BRD dibutuhkan.  Business Requirement

value stream mapping

Fungsi Value Stream Mapping dalam Manajemen Produksi

Efisiensi produksi tidak mungkin bisa dicapai tanpa mengetahui di mana titik permasalahan dan pemborosan itu terjadi. Untuk mengidentifikasinya, Anda membutuhkan alat yang tepat. Inilah saat

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: