4 Jenis Customer Pain Point Beserta Cara Identifikasinya

Dalam dunia bisnis, mengenal customer pain point adalah hal yang sangat penting karena dapat membantu untuk mengembangkan strategi bisnis yang tepat.  

Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu customer pain point? Jika belum, yuk simak bersama ulasan lengkap seputar customer pain point dalam artikel berikut ini.   

Apa Itu Customer Pain Point? 

Customer pain point adalah masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh pelanggan saat menggunakan produk atau layanan dari suatu perusahaan. Customer pain point dapat terjadi pada berbagai aspek, seperti proses bisnis, sistem, dukungan konsumen, dan harga.  

Masalah-masalah ini dapat memengaruhi pengalaman pelanggan dan dapat berdampak negatif pada bisnis perusahaan. 

Dalam dunia bisnis, mengenal customer pain point sangatlah penting. Dengan memahami customer pain point, Anda dapat memperbaiki produk atau layanan yang ditawarkan, meningkatkan kualitas pengalaman konsumen, dan memenangkan hati konsumen.  

Dalam melakukan perbaikan atau peningkatan, perusahaan harus dapat mengidentifikasi customer pain point secara akurat dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. 

Untuk mengidentifikasi customer pain point, Anda dapat melakukan riset pasar kualitatif, yang melibatkan pengumpulan data tentang preferensi, kebutuhan, dan pengalaman konsumen melalui wawancara dan observasi.  

Selain itu, Anda juga dapat melakukan riset sales kualitatif, yang melibatkan pengumpulan data dari tim sales tentang masalah yang sering dihadapi oleh konsumen selama proses penjualan. Dengan cara ini, Anda dapat memahami customer pain point yang lebih tepat dan dapat menentukan solusi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah tersebut. 

Jenis customer pain point 

Customer pain point terdiri dari 4 jenis yang akan dijabarkan seperti berikut ini. 

Process pain point 

Process pain point terkait dengan masalah dalam proses bisnis atau sistem yang digunakan oleh suatu perusahaan. Contohnya, lambatnya proses verifikasi pembayaran pada sistem pembayaran online

Financial pain point 

Financial pain point terkait dengan masalah finansial yang dihadapi oleh pelanggan. Contohnya, biaya yang terlalu mahal untuk membeli produk atau layanan. 

Support pain point 

Support pain point terkait dengan masalah dalam mendapatkan dukungan atau bantuan dari perusahaan. Contohnya, sulitnya mendapatkan bantuan customer service saat terjadi masalah. 

Productivity pain point 

Productivity pain point terkait dengan masalah produktivitas yang dihadapi oleh pelanggan. Contohnya, sulitnya mengakses informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. 

Cara mengidentifikasi customer pain point 

Setelah mengetahui jenis customer pain point, Anda juga perlu mengetahui cara mengidentifikasinya. Berikut ini beberapa cara untuk mengidentifikasi customer pain point

Melakukan riset pasar kualitatif 

Riset pasar kualitatif melibatkan pengumpulan data tentang preferensi, kebutuhan, dan pengalaman pelanggan melalui wawancara dan observasi. Dari sini, kita dapat mengidentifikasi masalah yang sering dihadapi oleh pelanggan. 

Melakukan riset sales kualitatif 

Riset sales kualitatif melibatkan pengumpulan data dari tim penjualan tentang masalah yang sering dihadapi oleh pelanggan selama proses penjualan. Hal ini dapat membantu kita memahami customer pain point yang terkait dengan proses penjualan. 

Cara mengatasi masalah customer pain point 

Lalu setelah mengidentifikasi customer pain point, bagaimana cara mengatasinya? Ini cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah customer pain point.  

Menyediakan solusi yang tepat 

Setelah mengidentifikasi customer pain point, langkah selanjutnya adalah menyediakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Solusi tersebut dapat berupa peningkatan sistem, pengurangan biaya, atau peningkatan kualitas layanan. 

Berkomunikasi dengan pelanggan 

Berbicara dengan pelanggan dapat membantu kita memahami masalah mereka dengan lebih baik. Dari sini, kita dapat menentukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. 

Terus berinovasi 

Penting untuk terus berinovasi agar dapat mengatasi customer pain point dengan lebih efektif. Dengan terus berinovasi, kita dapat menciptakan produk atau layanan yang lebih baik dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik pula. 

Dalam bisnis, mengenal customer pain point adalah hal yang penting untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan yang ditawarkan. Dengan mengidentifikasi dan mengatasi customer pain point dengan tepat, Anda dapat memenangkan hati konsumen dan meningkatkan keuntungan bisnisnya. 

Share

Related Article

brd

Apa Saja Konten dari Business Requirement Document?

Keberhasilan suatu proyek sangat bergantung pada perencanaan dan pemahaman tentang apa yang ingin dicapai. Untuk alasan inilah, business requirement document atau BRD dibutuhkan.  Business Requirement

value stream mapping

Fungsi Value Stream Mapping dalam Manajemen Produksi

Efisiensi produksi tidak mungkin bisa dicapai tanpa mengetahui di mana titik permasalahan dan pemborosan itu terjadi. Untuk mengidentifikasinya, Anda membutuhkan alat yang tepat. Inilah saat

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: