Jamin Bisnis Startup Terus Berkembang dengan Evaluasi Usaha

Dalam menjalankan sebuah bisnis atau usaha, pastinya Anda akan menemukan kendala atau tantangan baru yang tidak bisa diselesaikan dengan solusi yang sudah disiapkan sebelumnya. Oleh karena itu, Anda akan memerlukan sebuah terobosan atau solusi baru untuk mengatasi masalah atau kendala baru tersebut. Di sinilah pentingnya melakukan evaluasi usaha. Namun, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk melakukan evaluasi usaha dan apa saja tahapan yang harus dilewati?

Apa Itu Evaluasi Usaha

Evaluasi usaha merupakan aktivitas yang dilakukan untuk menganalisis dan menilai kinerja dari sebuah bisnis. Prinsip dasarnya adalah membandingkan antara rencana dengan realisasi atau pencapaian usaha.

Melalui evaluasi, Anda bisa mengetahui apakah bisnis yang dijalankan telah sesuai dengan rencana. Apakah bisnis semakin maju atau justru mengalami kemunduran, semua bisa dilihat dari pemantauan terhadap bisnis yang dijalankan.

Kapan Evaluasi Usaha Perlu Dilakukan?

Evaluasi usaha dapat dilakukan secara rutin, misalnya setiap 3 bulan sekali, 6 bulan sekali atau satu tahun sekali. Beberapa pelaku usaha bahkan ada yang melakukannya setiap bulan.

Meski demikian, ada juga beberapa pelaku usaha yang melakukan evaluasi saat masalah sudah terjadi. Evaluasi insidental seperti ini sebenarnya tidak disarankan. Jika evaluasi dilakukan setelah masalah terjadi, langkah perbaikan jelas akan jauh lebih menantang. Itulah kenapa evaluasi rutin jauh lebih direkomendasikan.

Tahapan Evaluasi Usaha

Ada beberapa tahapan dalam evaluasi usaha. Untuk lebih jelasnya, berikut tahapan-tahapan tersebut.

  • Analisis Pasar

Analisis pasar ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pasar, khususnya terkait permintaan pasar atas produk yang Anda jual. Apakah permintaan dari pangsa pasar yang diincar tumbuh atau justru menyusut, semua itu menjadi bahasan dalam analisis pasar.

  • Analisis Teknis

Analisis ini lebih menitikberatkan pada aspek-aspek teknis, khususnya yang terkait dengan teknologi. Teknologi apa yang sebaiknya diadopsi, semua itu menjadi fokus dari analisis teknis. Namun selain mempertimbangkan teknologi yang akan digunakan, Anda juga perlu mempertimbangkan sumber daya manusia yang dapat memanfaatkan teknologi tersebut.

  • Analisis Finansial

Analisis finansial merupakan tahapan terakhir dalam evaluasi usaha. Dalam tahapan ini, segala hal yang berkaitan dengan keuangan usaha, seperti laporan laba rugi hingga neraca keuangan dianalisis. Hal ini dilakukan untuk mengetahui posisi finansial bisnis saat ini, apakah sedang untung atau rugi.

Tujuan Evaluasi Usaha

Analisis setiap aspek bisnis yang dilakukan akan membantu Anda melihat lebih jelas terkait kondisi bisnis yang tengah dijalankan saat ini. Evaluasi usaha akan membantu mengetahui kelebihan serta kekurangan yang ada.

Evaluasi usaha memiliki hubungan erat dengan itu semua. Meski demikian, tujuan akhir dari evaluasi usaha adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan atas usaha yang telah dilakukan selama ini. Selain itu, evaluasi usaha juga bertujuan untuk menemukan solusi terbaik atas setiap kendala yang dihadapi.

Sebagai contoh jika selama beberapa bulan atau tahun bisnis Anda tidak mengalami perkembangan yang cukup berarti, bisa disimpulkan ada yang salah. Melalui evaluasi usaha, Anda bisa melihat apakah hal tersebut terjadi karena ukuran pasar yang memang stagnan, adopsi teknologi yang kurang tepat atau justru karena kesalahan manajemen keuangan, evaluasi keuangan membuat semuanya jadi terlihat lebih jelas.

Setelah mengetahui penyebabnya, Anda pun bisa mulai merumuskan tindakan yang tepat dan mulai mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah yang ada. Selain itu, evaluasi usaha juga membantu Anda untuk mengembangkan bisnis ke level yang lebih tinggi.

Evaluasi usaha sebaiknya dijalankan layaknya rutinitas. Entah itu setahun sekali atau justru satu bulan sekali, evaluasi rutin akan membantu mengantisipasi masalah yang mungkin bisa terjadi. Selain itu, Anda juga bisa melihat perkembangan bisnis dan mengetahui apakah startup sudah berjalan di jalur yang tepat.

Share

Related Article

brd

Apa Saja Konten dari Business Requirement Document?

Keberhasilan suatu proyek sangat bergantung pada perencanaan dan pemahaman tentang apa yang ingin dicapai. Untuk alasan inilah, business requirement document atau BRD dibutuhkan.  Business Requirement

value stream mapping

Fungsi Value Stream Mapping dalam Manajemen Produksi

Efisiensi produksi tidak mungkin bisa dicapai tanpa mengetahui di mana titik permasalahan dan pemborosan itu terjadi. Untuk mengidentifikasinya, Anda membutuhkan alat yang tepat. Inilah saat

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: