Kenali 6 Unsur Branding untuk Bisnis Anda

Branding kerap diasosiasikan dengan nama dan logo. Padahal, jika menilik lebih dalam, branding sebenarnya lebih dari itu. Bagaimana sebuah merek dikenal secara luas, itulah sejatinya yang dinamakan branding. Agar tidak salah paham atau terjebak pada pemahaman yang dangkal, penting bagi setiap pelaku startup memahami makna branding yang sebenarnya.

Apa Itu Branding?

Branding berasal dari akar kata brand yang artinya merek. Dengan mendapat imbuhan “-ing”, kata brand pun bertransformasi menjadi sebuah kata kerja yang jika diterjemahkan dapat berarti sebuah usaha pencitraan agar suatu brand atau produk yang dimilikinya tidak hanya dikenal namun juga melekat dalam benak konsumennya.

Branding adalah kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk memperkuat sebuah merek. Melalui branding inilah, sebuah brand jadi terlihat berbeda dibandingkan brand lainnya yang menawarkan produk sejenis.

Unsur-unsur dalam Branding

Untuk memperkenalkan sesuatu, sebelumnya Anda harus tahu apa saja yang perlu dikenalkan. Hal tersebut juga berlaku dalam branding. Branding akan lebih efektif jika Anda memahami unsur-unsur yang ada di dalamnya. Berikut unsur-unsur dalam branding.

1. Nama Merek

Sama halnya dengan manusia, produk atau layanan juga harus memiliki nama pembeda. Tanpa nama merek atau nama brand, produk Anda akan dianggap sama dengan produk-produk sejenis lainnya.

2. Visi dan Misi

Visi dan misi merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh sebuah brand. Apakah ingin menjadi market leader di segmen pasar tertentu atau ada tujuan yang lain, semua itu terangkum dalam visi dan misi.

3. Logo

Logo merupakan wajah dari sebuah brand. Logo harus memiliki kesesuaian dengan nama brand dan unik. Inilah yang membuat sebuah logo lebih mudah dikenal oleh konsumen.

4. Jargon atau Slogan

Saat ini, memang tidak semua brand memiliki jargon atau slogan. Namun dengan slogan, kesan yang ditinggalkan akan semakin kuat. Biasanya, jargon atau slogan dibuat sederhana, mudah dicerna, punya unsur positif dan selaras dengan identitas brand.

5. Visual

Tampilan visual ini bisa berupa desain produk ataupun desain kemasan. Tampilan visual pun harus dibuat konsisten, sesuai dengan karakter dan citra yang ingin dibangun oleh perusahaan.

6. Suara Tematik

Sebenarnya, tidak semua brand memiliki suara tematik atau jingle. Namun dengan jingle, sebuah brand jadi lebih mudah diingat.

Manfaat dan Fungsi Branding

Perusahaan melakukan branding bukan tanpa alasan. Mereka melakukan hal tersebut karena meyakini akan manfaat yang ditawarkan. Berikut manfaat dan fungsi dari branding.

1. Sebagai Ciri Khas

Seunik apapun produk Anda, pasti selalu ada kompetitornya. Melalui branding, produk Anda akan terlihat berbeda. Ada ciri khas yang membuatnya berbeda dibandingkan produk-produk sejenis.

2. Sebagai Daya Tarik

Ada berapa banyak orang yang membeli produk karena mereknya? Jawabannya ada banyak. Bahkan, dari mereknya saja terkadang orang sudah memiliki standar penilaian kualitas akan suatu produk. Dengan brand yang kuat, orang akan lebih yakin untuk memilih produk Anda.

3. Untuk Membangun Citra Perusahaan

Branding sangat identik dengan citra perusahaan. Tergantung dari branding inilah Anda bisa menentukan citra apa yang ingin dilekatkan pada perusahaan Anda.

4. Sebagai Alat Pengendali Pasar

Perusahaan dengan brand yang kuat memiliki kekuatan besar untuk mengendalikan pasar. Ini bisa dilihat dari apa yang dilakukan oleh merek-merek besar. Meski secara produk sebenarnya ada yang lebih baik, perusahaan-perusahaan tersebut masih bisa menjual banyak dengan margin yang bahkan lebih tinggi dibandingkan kompetitornya.Branding tidak hanya sebatas nama atau logo. Apa yang konsumen tahu tentang brand Anda, itulah yang menjadi tujuan utama dari branding. Jika bisnis Anda hingga sekarang belum melakukan branding yang tepat, maka segera terapkan unsur-unsur branding mulai dari sekarang. Jangan sampai bisnis Anda tertinggal jauh dari kompetitor!

Share

Related Article

brd

Apa Saja Konten dari Business Requirement Document?

Keberhasilan suatu proyek sangat bergantung pada perencanaan dan pemahaman tentang apa yang ingin dicapai. Untuk alasan inilah, business requirement document atau BRD dibutuhkan.  Business Requirement

value stream mapping

Fungsi Value Stream Mapping dalam Manajemen Produksi

Efisiensi produksi tidak mungkin bisa dicapai tanpa mengetahui di mana titik permasalahan dan pemborosan itu terjadi. Untuk mengidentifikasinya, Anda membutuhkan alat yang tepat. Inilah saat

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: