Memahami Disruptive Technology dan Pengaruhnya Bagi Sebuah Bisnis

06.-SSI_Maret2022_FollowUp_Memahami-Disruptive-Technology-dan-Pengaruhnya-Bagi-Sebuah-Bisnis

Disruptive technology kerap dikaitkan dengan teknologi seperti gadget hingga aplikasi. Inovasi adalah inti dari teknologi ini. Namun konsep besar dari disruptive technology sebenarnya terletak pada dampaknya yang mengubah cara lama.

Banyak kisah perusahaan teknologi yang mendisrupsi industri yang telah mapan. Bahkan tidak sedikit perusahaan besar yang dipaksa tunduk pada inovasi yang mereka hadirkan. Mengingat besarnya dampak disruptive technology, penting bagi setiap pelaku usaha untuk memahami apa saja pengaruhnya bagi bisnis.

Apa Itu Disruptive Technology?

Beberapa tahun belakangan ini istilah disruptive technology semakin lazim terdengar dalam diskusi-diskusi bisnis. Reaksi atas teknologi ini pun bervariasi. Ada yang takut, ada juga yang menyambutnya dengan antusias. Tapi sebelum itu, apa sih disruptive technology?

Teknologi disruptif atau disruptive technology adalah teknologi inovatif yang secara dramatis mampu mengubah cara konsumen berinteraksi. Perubahan ini pun mendorong bisnis untuk menyesuaikan diri hingga mengubah lanskap industri secara radikal.

Keuntungan Disruptive Technology

Meski mengharapkan perubahan, di saat yang sama manusia juga takut dengan perubahan. Hal ini juga berlaku pada disruptive technology. Namun terlepas dari sisi menakutkan disruptive technology, teknologi ini juga menawarkan keuntungan untuk mereka yang bisa memanfaatkannya.

Menawarkan Manfaat Baru Bagi Konsumen
Saat disruptive technology masuk ke pasar, perlahan namun pasti teknologi tersebut akan mengubah keseluruhan industri yang dimasuki. Misalnya saja dalam industri retail. Dengan teknologi, belanja jadi lebih mudah. Konsumen bahkan tidak perlu lagi keluar rumah untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan.

Perubahan yang terjadi tidak terlepas dari manfaat baru yang ditawarkan disruptive technology. Konsumen yang tertarik untuk mengadopsi disruptive technology pun terus mengalami pertumbuhan.

Melahirkan Peluang Baru
Salah satu efek samping disruptive technology adalah menggerus cara-cara lama bahkan menghilangkannya. Karena tahu ada cara yang lebih mudah bahkan lebih murah, umumnya konsumen pun beralih ke cara baru yang ditawarkan oleh disruptive technology.

Bagi perusahaan yang tidak mau berubah, hal ini jelas menjadi ancaman. Namun bagi mereka yang sadar akan perubahan, mereka bisa melihat bahwa disruptive technology juga menawarkan peluang-peluang baru.

Perusahaan yang mampu menangkap peluang lebih cepat dari kompetitor umumnya akan tumbuh secara signifikan. Tidak jarang, perusahaan-perusahaan tersebut juga mampu mengungguli perusahaan lain yang jauh lebih mapan.

Membuka Ruang Pertumbuhan Bisnis
Saat sebuah bisnis mampu merangkul disruptive technology, di waktu yang sama mereka akan mendapatkan ruang pertumbuhan yang lebih luas. Teknologi membantu perusahaan untuk memberikan solusi dan layanan yang lebih baik. Dengan kata lain, mereka punya kesempatan lebih untuk bertumbuh.

Contoh Disruptive Technology

Ada banyak contoh disruptive technology yang dikenal manusia saat ini. Beberapa diantaranya adalah internet, smartphone, e-commerce, aplikasi jejaring sosial hingga video streaming. Kehadiran teknologi-teknologi tersebut telah mengubah cara manusia dalam melakukan sesuatu.

Dengan kehadiran internet, cara orang mencari informasi pun berubah. Mereka lebih memilih mencarinya di internet dibandingkan di surat kabar ataupun buku. Dengan lahirnya e-commerce, belanja jadi lebih mudah. Bukan hanya lebih mudah menemukan produk yang diinginkan, belanja kini juga bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah.

Disruptive technology hanya akan memberi dampak positif pada perusahaan yang mampu mengadopsinya dengan baik. Adopsi disruptive technology sendiri memang tidak bisa dibilang mudah. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada cara untuk melakukannya.

Perusahaan bisa memulainya dengan lebih mendengarkan konsumen dan aware dengan tren industri. Jangan mudah merasa puas atau berlindung di bawah regulasi. Perusahaan juga harus lebih fokus pada inovasi model bisnisnya. Dengan cara ini, alih-alih merugikan, disruptive technology justru akan membawa dampak positif bagi perusahaan.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Related Article

Memahami 5 Tahapan dari Siklus Hidup Produk

Dalam sebuah bisnis, tidak hanya pemasukan dan pengeluaran yang mengalami perputaran, melainkan juga produk. Perputaran produk ini dikenal dengan istilah siklus hidup produk. Siklus produk

Apa Fungsinya Cost Benefit Analysis untuk Bisnis?

Pengeluaran anggaran merupakan hal yang pasti ada dalam sebuah bisnis. Keputusan dalam mengeluarkan anggaran pun harus sebanding dengan manfaat yang diterima oleh bisnis tersebut. Di

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: