Memahami Perbedaan Growth Mindset dan Fixed Mindset

Cara pandang dan cara orang menyelesaikan masalah itu berbeda-beda. Semua itu dibangun di atas kerangka berpikir yang disebut dengan pola pikir atau mindset. Secara garis besar, mindset pun dibagi menjadi dua tipe. Ada growth mindset, ada juga fixed mindset.

Pengertian dan Ciri-ciri Growth Mindset

Istilah growth mindset dibangun dari dua kata, yakni growth yang dapat diartikan bertumbuh dan mindset yang berarti cara berpikir. Mengacu pada hal tersebut, bisa diartikan growth mindset adalah pola pikir yang terus bertumbuh dan terus berkembang.

Orang-orang dengan growth mindset selalu ingin berkembang. Mereka meyakini bahwa manusia harus terus belajar dan mengembangkan dirinya. Itulah kenapa orang dengan growth mindset punya pemikiran yang lebih terbuka, bahkan berani mengakui kesalahan dan mau berubah jika memang dibutuhkan. Selain itu, orang dengan growth mindset juga punya ciri-ciri berikut ini.

  1. Punya tujuan dan motivasi kuat untuk meraih kesuksesan.
  2. Memandang kegagalan bukan sebagai akhir melainkan sebagai motivasi untuk terus maju dan tempat untuk belajar.
  3. Percaya pada proses dan fokus pada hal tersebut.
  4. Kerja keras lebih penting dari sekedar kepandaian.

Pengertian dan Ciri-ciri Fixed Mindset

Jika orientasi growth mindset adalah pertumbuhan, beda halnya dengan fixed mindset. Fixed mindset meyakini bahwa bakat mutlak dibutuhkan untuk sukses. Orang-orang dengan fixed mindset juga percaya bahwa kecerdasan itu sifatnya tetap dan tidak ada ruang untuk berkembang. Itulah kenapa pola pikir ini disebut “fixed”.

Fixed mindset bisa diidentifikasi dari beberapa hal. Selain dari pemikiran yang tetap dan tidak berkembang, berikut ciri-ciri dari fixed mindset:

  1. Untuk sukses, bakat mutlak dibutuhkan.
  2. Tidak suka dengan tantangan dan tidak berani mencoba hal baru.
  3. Butuh penghargaan atas setiap usaha yang dilakukan.
  4. Mudah berkecil hati saat mengalami kegagalan.
  5. Terlalu fokus pada hasil akhir.

Growth Mindset vs Fixed Mindset

Jika melihat pengertian growth mindset dan ciri-cirinya, sekilas terlihat jika posisinya lebih unggul. Tak mengherankan, banyak yang menginginkannya. Namun karena sulit membedakan antara growth dan fixed mindset, banyak orang yang gagal membangun pemikiran seperti ini. Lantas apa yang membedakan antara growth mindset vs fixed mindset?

  1. Cara Pandang Terhadap Tantangan

Orang dengan growth mindset justru suka dengan tantangan, bahkan merangkulnya. Jika ada masalah, mereka menyikapinya sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Namun pada orang dengan fixed mindset, mereka punya kecenderungan untuk menghindari tantangan.

  1. Kegigihan dalam Menghadapi Masalah

Menyerah adalah kata terlarang bagi orang dengan growth mindset. Mereka gigih saat menghadapi rintangan. Sebaliknya, orang dengan fixed mindset cenderung lebih mudah menyerah saat dihadapkan pada masalah.

  1. Pandangan Terhadap Usaha

Usaha tidak akan mengkhianati hasil, inilah yang diyakini oleh orang dengan growth mindset. Mereka memandang usaha atau effort sebagai jalan untuk menjadi ahli. Di sisi lain, karena melihat bahwa bakat adalah segalanya, orang dengan fixed mindset justru memandang effort sebagai hal yang tidak berguna.

  1. Sikap Terhadap Kritikan

Orang dengan growth mindset cenderung menyikapi kritikan sebagai salah satu sumber pelajaran. Sebaliknya, orang dengan fixed mindset sangat susah menerima, bahkan menolak kritikan.

  1. Sikap Saat Melihat Kesuksesan Orang Lain

Orang yang memiliki growth mindset suka melihat kesuksesan orang lain dan menjadikannya sebagai inspirasi dan tempat untuk belajar. Namun bagi orang dengan fixed mindset, mereka justru merasa terancam akan kesuksesan orang lain.

Jika membandingkan keduanya, growth mindset jelas lebih baik. Cara pandang dan pola pikir yang dibangun punya banyak sisi positif dibandingkan fixed mindset. Di dunia yang terus berkembang, growth mindset juga punya tempat yang lebih baik. Jadi kalau ditanya mana yang lebih baik, growth mindset jelas lebih baik.

Share

Related Article

brd

Apa Saja Konten dari Business Requirement Document?

Keberhasilan suatu proyek sangat bergantung pada perencanaan dan pemahaman tentang apa yang ingin dicapai. Untuk alasan inilah, business requirement document atau BRD dibutuhkan.  Business Requirement

value stream mapping

Fungsi Value Stream Mapping dalam Manajemen Produksi

Efisiensi produksi tidak mungkin bisa dicapai tanpa mengetahui di mana titik permasalahan dan pemborosan itu terjadi. Untuk mengidentifikasinya, Anda membutuhkan alat yang tepat. Inilah saat

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: