Memahami Proses Valuasi Sebuah Startup

Memahami Proses Valuasi Sebuah Startup

Setiap founder startup umumnya memiliki satu tujuan, yakni menjadi unicorn Indonesia. Inilah goal pertama yang ingin diwujudkan. Untuk mencapai titel perusahaan unicorn Indonesia, perusahaan startup akan melakukan berbagai cara, mulai dari pengembangan produk hingga akuisisi market yang lebih luas. Semua itu dilakukan demi meningkatkan valuasi startup.

Apa Itu Valuasi Startup?

Secara singkat, valuasi startup dapat diartikan sebagai nilai dari sebuah startup. Sebagai contoh, di tahun 2021 Gojek tercatat memiliki valuasi sebesar US$ 10 miliar. Ini berarti jika ada investor yang ingin membeli Gojek, setidaknya dibutuhkan uang sebanyak itu.

Valuasi startup kerap digunakan sebagai acuan untuk menilai tingkatan startup. Apakah startup tersebut termasuk unicorn atau decacorn Indonesia, penilaian tersebut dapat dilihat dari nilai valuasinya. Pertanyaannya sekarang apa itu startup unicorn dan decacorn?

Startup unicornadalah startup yang nilai valuasinya US$ 1 miliar. Sedangkan untuk startup decacorn, nilai valuasinya sebesar US$ 10 miliar. Jika dilihat dari nilai valuasinya yang mencapai US$10 miliar, Gojek dapat dikategorikan sebagai startup decacorn.

Metode Perhitungan Valuasi Startup

Perhitungan valuasi sendiri biasanya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Beberapa komponen yang kerap diperhitungkan di antaranya adalah banyaknya modal yang digunakan, jumlah investor, kekuatan produk yang dimiliki hingga kredibilitas founder.

Metode perhitungan valuasi sendiri ada banyak jenisnya. Namun untuk startup, metode yang biasa digunakan adalah Metode Comparable Transaction. Metode ini menggunakan perhitungan dengan beberapa metrik seperti Gross Merchandise Value (GMV), total pendapatan, pendapatan bulanan yang sifatnya berulang dan jumlah pengguna aktif mingguan. 

Pentingnya Valuasi Bagi Sebuah Startup

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, valuasi startup pada dasarnya adalah nilai jual dari startup itu sendiri. Saat mencari tambahan modal, nilai inilah yang dijadikan acuan untuk menarik minat investor nanti.

Di mata investor, sebuah startup akan terlihat lebih meyakinkan dan potensial saat nilai valuasinya tinggi. Semakin besar nilai valuasinya, semakinbesar juga potensinya. Kesempatan untuk mendapatkan hati investor juga akan meningkat.

Selain untuk mendatangkan investasi, nilai valuasi juga turut mempengaruhi pengambilan keputusan perusahaan. Dengan nilai valuasi ini jugalah, perusahaan dapat mengetahui nilainya dan membantu dalam menentukan harga jual hak cipta jika ingin menerapkan strategi waralaba. Itulah kenapa founder perlu mengembangkan nilai valuasi startup-nya secara konsisten.

Faktor-Faktor yang Menentukan Valuasi Startup

Modal, jumlah investor, kekuatan produk hingga kredibilitas founder adalah beberapa hal yang mempengaruhi valuasi sebuah startup. Namun secara garis besar, faktor penentuan valuasi sebenarnya dapat dibagi menjadi dua jenis. Kedua faktor tersebut adalah.

●      Faktor Positif

Faktor yang satu ini mempengaruhi valuasi startup dengan cara yang positif. Dengan kata lain, semakin banyak faktor positifnya, semakin tinggi pula nilai valuasi sebuah startup. Beberapa hal yang masuk dalam kategori ini di antaranya adalah traksi, reputasi, prototipe, penghasilan, penawaran dan permintaan, saluran distribusi dan hotness of industry.

●      Faktor Negatif

Jika faktor positif mempengaruhi valuasi dengan menambah nilainya, faktor negatif bekerja dengan cara sebaliknya. Semakin banyak faktor negatif, semakin kecil nilai valuasi startup. Beberapa hal yang bisa mempengaruhi nilai valuasi secara negatif antara lain industri yang buruk, margin rendah, tingkat persaingan, management not up to scratch, produk dan keputusasaan.

Memahami proses valuasi startup akan membantu seorang founder mengetahui nilai dari startup yang dikembangkannya. Berangkat dari sini, Anda bisa meramu strategi yang efektif untuk meningkatkan nilai valuasi dan mendorong startup berkembang lebih jauh lagi.

Bagi Anda founder startup potensial yang potensial dan kesulitan melakukan pengembangan bisnis, Kementerian Informasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) menyelenggarakan program Startup Studio Indonesia (SSI) yang diselenggarakan untuk memfasilitasi startup digital yang sudah mencapai tahap product market fit dan memiliki founder yang potensial untuk menjawab masalah sulitnya mendapatkan sumber daya yang berkualitas dan pengembangan bisnis. Program ini diusung untuk menciptakan ekosistem digital Indonesia yang kaya akan sumber daya potensial yang bisa diakses para founder dalam berinovasi untuk mendorong transformasi digital Indonesia. Bawa startup Anda untuk #GoTheExtraMiles! Cek informasi lengkapnya di website SSI sekarang!

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Related Article

Strategi pengembangan produk

Hal-hal Penting dalam Strategi Pengembangan Produk

Seiring dengan perubahan yang terjadi, sebuah produk harus bisa tetap mempertahankan nilainya. Untuk melakukannya, dibutuhkan strategi pengembangan produk yang tepat agar produk tersebut bisa terus

metode agile

Metode Agile vs Waterfall: Mana yang Harus Dipilih?

Metode manajemen proyek yang dipilih memiliki andil besar dalam perjalanan sebuah startup. Untuk itu, penting bagi para founder untuk memahami metode yang sebaiknya dipilih. Sedikitnya

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: