Memahami Metode Lean Startup dan Apa Keuntungannya untuk Sebuah Startup

lean startup

Untuk menjadi inovatif, sebuah startup harus kreatif dan memiliki semangat untuk terus berkembang. Sayangnya, keterbatasan sumber daya sering menjadi penghambat berkembangnya sebuah startup. Atas dasar inilah, muncul sebuah metode yang dirancang untuk bisa mengatasi keterbatasan yang ada sekaligus mempercepat perkembangan sebuah startup. Metode inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan lean startup.

Apa Itu Lean Startup?

Lean startup adalah sebuah metode pengembangan produk dan bisnis yang berfokus pada pengguna. Metode ini menitikberatkan pada peran pengguna sebagai sumber utama dalam mengembangkan sebuah produk dan bagaimana memanfaatkan timing dalam proses pengembangan produk tersebut untuk mengoptimalkan sumber daya dan menangkap momentum tingginya permintaan.

Apa yang dibutuhkan oleh pengguna? Apa yang mereka inginkan? Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, pelaku bisnis startup akan meminta feedback langsung dari penggunanya.

Prinsip Lean Startup

Metode lean startup menempatkan pengguna sebagai bagian dari pengembangan sebuah produk. Meski demikian, kecepatan dan efisiensi adalah tujuan lean startup yang ingin dicapai di akhir. Berikut prinsip lean startup yang perlu Anda ketahui.

●      Dapat Dilakukan Oleh Siapapun dan Di Manapun

Lean startup sangat mengutamakan kecepatan dalam prosesnya. Karena itulah, metode ini dibuat sesederhana mungkin. Anda tidak harus memiliki business plan untuk menjalankannya. Di sini yang terpenting adalah think big, begin small dan scale fast. Kesalahan umum yang terjadi adalah pengembangan produk secara waterfall, di mana tahap-tahap pengembangan berjalan secara seri/beruntun, yang menyebabkan berkurangnya inovasi dan waktu pengembangan produk yang lebih lama.

●      Fokus Pada Manajemen Bisnis

Bisnis bukan hanya sebatas produk. Agar bisnis berjalan dan berkembang, dibutuhkan manajemen yang bagus. Lean startup dibuat agar bisnis dapat berjalan dengan lincah. Jadi jika tidak ditunjang dengan manajemen yang baik, kelincahan dan kecepatan seperti ini sulit untuk dicapai.

●      Pengembangan Bisnis Secara Terus-Menerus

Dunia terus berubah, begitu juga dengan kebutuhan pasar dan keinginan pengguna. Untuk mengakomodir hal tersebut, lean startup dirancang layaknya siklus yang terus berputar. Hal ini bertujuan agar pengembangan bisnis dapat dilakukan secara berkelanjutan.

●      Memanfaatkan Feedback untuk Berinovasi

Startup harus inovatif. Namun untuk berinovasi, Anda juga membutuhkan feedback dari pengguna. Kemampuan merespons feedback dan menjadikannya sebagai bahan bakar dalam mengembangkan produkadalah kunci sukses mengembangkan startup. Startup adalah katalisator yang mengubah ide menjadi produk.

Saat pelanggan berinteraksi dengan produk tersebut, mereka menghasilkan umpan balik dan data. Produk yang dikembangkan sebuah startup adalah eksperimen, di mana pembelajaran tentang bagaimana membangun bisnis yang sustainable adalah hasil dari eksperimen tersebut. Informasi tersebut akan mempengaruhi dan membentuk kembali kumpulan ide berikutnya.

●      Menciptakan  Solusi untuk Kebutuhan Pasar

Siklus pengembangan produk dengan lean startup sengaja dibuat agar perbaikan dan pengembangan bisa dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan tools yang dibutuhkan, termasuk metrics performance. Dengan demikian, produk terbaik bisa dibuat. Dalam pengembangan produk memang wajib dilakukan iterasi, dan seringkali terjadi pivot, yaitu perubahan pada produk atau model bisnis sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan pasar.

Manfaat Lean Startup

Metode lean startup banyak diadopsi oleh bisnis-bisnis startup. Hal ini bisa terjadi bukan tanpa alasan. Ada banyak manfaat yang membuat lean startup begitu populer.

  1. Efisien dalam proses pengembangan produk;
  2. Resiko kegagalan relatif rendah;
  3. Produk yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna;
  4. Fleksibel dan dapat diadopsi dalam bisnis apapun.

Lean startup tidak terlalu mementingkan business plan. Hal ini sangat berbeda dengan bisnis tradisional yang membutuhkan business plan yang lengkap. Kuncinya di sini adalah pengembangan secara berkelanjutan dengan berfokus pada kebutuhan dan keinginan pelanggan. Karena itulah, business plan yang kaku tidak cocok dipadukan dengan lean startup.

 

Di era sekarang, dunia seakan bergerak lebih cepat. Keinginan pasar terus berubah dengan pola yang sulit diprediksi. Perubahan ini pun terjadi dengan cepat. Karena itulah, dibutuhkan metode pengembangan produk yang mampu mengimbangi hal tersebut.Lean startup memungkinkan pengembangan produk secara cepat. Di sisi lain, pengembangan produk dengan metode lean startup juga relatif lebih terjangkau. Tak mengherankan, lean startup banyak diadopsi oleh early-stage startup.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Related Article

Startup UMKM

Bedanya UMKM dan Startup: Bisakah UMKM Disebut Startup?

Perkembangan dunia startup di Indonesia tergolong sangat pesat. Berdasarkan data yang dihimpun dari Startupranking.com, Indonesia menempati posisi kedua setelah India dalam hal jumlah startup. Namun

Jenis startup di indonesia

Jenis Startup di Indonesia yang Berkembang Pesat

Euforia startup di Indonesia seakan masih belum menunjukkan kata berhenti. Perkembangannya begitu cepat dengan jumlah pemain yang cenderung terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jenis startup

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: