Menggunakan Metrics AARRR untuk Mengukur Pertumbuhan Startup

Metrics startup

Setiap founder tentu ingin memiliki pertumbuhan bisnis yang optimal dan dapat diukur. Ada beragam metrics startup yang digunakan dalam mengukur pertumbuhan bisnis dan salah satunya adalah dengan metode AARRR.

Apa itu AARRR?

AARRR sendiri adalah singkatan dari Acquisition, Activation, Retention, Referral dan Revenue yang bisa digunakan untuk memahami konsumen, perilaku konsumen, dan mengoptimalkan funnel Anda. Konsep AARRR sudah lazim dipakai sebagai lima metrik penting untuk sebuah startup. Itu karena metrik-metrik ini secara efektif bisa mengukur pertumbuhan perusahaan karena sifatnya yang sederhana dan mudah diterapkan.

1. Acquisition

Acquisition berarti bagaimana orang-orang menemukan produk perusahaan Anda dan akhirnya berubah menjadi konsumen. Itu artinya, penting untuk tidak hanya melihat jumlah pengunjung website, tetapi jumlah pengunjung website tersebut yang berubah menjadi konsumen.

Dalam hal ini, Anda perlu menyimak setiap langkah audience Anda dalam customer journey mereka. Anda bisa mengukur strategi marketing dan produk Anda dari seberapa banyak stranger audience bisa menjadi visitors, kemudian ke leads hingga menjadi konsumen lalu promoters.

Selain itu, Anda juga bisa fokus pada tahap tertentu misalnya Anda ingin memperbanyak jumlah visitor yang mengunjungi website. Hal penting yang harus diperhatikan adalah bahwa Anda harus memperhatikan keseimbangan antara akuisisi dan retensi. Anda tentu ingin para pengguna produk Anda akan terus menggunakan produk tersebut.

Dengan adanya keseimbangan antara akuisisi dan retensi maka Anda tidak hanya sekedar mendapatkan jumlah pengunjung yang banyak, tetapi juga memiliki kualitas, artinya orang-orang yang memang menggunakan produk Anda.

2. Activation

Activation adalah pengal aman pertama yang dimiliki konsumen Anda dengan produk Anda. Tidaklah cukup untuk membuat orang mengunduh aplikasi Anda atau bahkan mendaftar. Itulah mengapa sangat penting untuk membawa konsumen Anda menyadari betul sedang memakai produk Anda, menyadari nilai sebenarnya dari produk Anda, hingga mereka akan terus datang kembali. Waktu saat konsumen mendaftar dan saat dia menyadari akan nilai dari produk Anda adalah sebuah activation.

3. Retention

Retention berarti orang-orang secara teratur kembali menggunakan produk Anda. Sebagai contoh perusahaan e-commerce, retention berarti seseorang tidak hanya membeli dari Anda satu kali, melainkan juga berkali-kali.

Sedangkan, untuk sebuah aplikasi, penggunaanya berkelanjutan secara terus-menerus. Untuk bisnis SaaS, itu berarti bahwa orang yang berlangganan perangkat lunak tetap menggunakannya dan terus berlangganan.

Di SSI, retention merupakan metrik yang sangat penting, karena bagi early-stage startups user retention merupakan metrik yang harus diperhatikan karena yang paling menggambarkan kondisi product-market fit startup tersebut.

4. Referral

Cara terbaik untuk mendorong pertumbuhan bisnis startup Anda adalah melalui referral. Untuk benar-benar mendorong pertumbuhan bisnis dengan referral, Anda perlu memiliki proses sistematis yang memberi konsumen sebuah insentif secara konsisten.

Salah satu metrik yang bisa diukur adalah Net Promoter Score (NPS), yang merupakan sebuah indeks untuk mengukur seberapa besar konsumen Anda merekomendasikan produk kepada orang lain.

5. Revenue

JIka Anda sudah menjalankan empat poin pertama AARRR, revenue bisa Anda dapatkan. Tapi, bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan revenue? Yakni dengan meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV), dan mengurangi Customer Acquisition Cost (CAC).

CLV Anda adalah jumlah revenue yang Anda dapatkan dari seorang konsumen semasa hidupnya, atau lebih tepatnya revenue semasa hidup mereka sebagai konsumen perusahaan Anda.

Sementara itu, CAC adalah jumlah pengeluaran yang Anda keluarkan untuk mengakuisisi konsumen misalnya seperti dari segi marketing, sales, makan mewah saat gathering atau apa pun itu. Rasio tepat revenue adalah 3 (CLV) ke 1 (CAC).

Pada dasarnya, bagi early-stage startups, metrik revenue belum menjadi metrik yang utama dalam mengukur pertumbuhan sebuah startup. Namun, sebagai sebuah bisnis, revenue cukup penting untuk mulai diperhatikan sebagaimana bisa menjadi target atau sasaran ke depannya sebagai bagian dari pertumbuhan startup itu sendiri. Pertumbuhan sebuah startup tentu bukan hal yang mudah. Namun, dengan strategi yang tepat dan proses iterasi yang diimplementasikan dengan baik, Anda bisa melakukan pengembangan produk secara efektif yang pada akhirnya akan membuat startup semakin berkembang. Dengan bantuan metrics startup di atas, Anda juga bisa mengukur secara efektif sejauh mana pertumbuhan startup Anda berjalan.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Related Article

Customer needs

Beragam Jenis Customer Needs yang Perlu Diketahui

Memahami customer needs atau kebutuhan pelanggan merupakan hal penting yang harus dilakukan agar sebuah startup bisa membuat produk yang benar-benar bisa menjadi solusi bagi konsumen.

MVP prototype

Cara Tepat dalam Menentukan MVP Feature Set

MVP adalah istilah yang sekarang sangat familiar di dunia startup. Minimum Viable Product (MVP) merupakan salah satu tahap penting dalam proses pengembangan produk sebuah startup.

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: