Minimum Viable Product dan Peran Pentingnya Terhadap Startup

Minimum Viable Product dan Peran Pentingnya Terhadap Startup

Dalam membangun sebuah startup, ada satu istilah yang sangat penting namun terkadang masih sering diabaikan. Hal tersebut adalah Minimum Viable Product (MVP). MVP adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut sebuah produk teknologi yang masih sangat mendasar, hanya dibekali fitur-fitur dasar namun unik dan mampu menarik perhatian user atau pengguna.

Pentingnya Minimum Viable Product (MVP)

Dalam hierarki pengembangan produk, posisi MVP startup berada di antara prototipe dan produk. MVP sengaja dirilis dengan fitur dasar dan unik untuk mengetahui respon pasar dan memastikan apakah produk tersebut benar-benar mampu menyelesaikan masalah nyata.

Dengan MVP, founder startup dan tim pengembang dapat mengetahui apa saja kelebihan dan kelemahan dari produk yang mereka kembangkan. Mereka juga mendapatkan feedback berharga untuk pengembangan produk kedepannya.

Keuntungan MVP

MVP merupakan tahapan yang sangat penting dalam pengembangan produk sebuah startup. Di samping berguna untuk memvalidasi produk dan pasar, ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan merilis MVP sebelum mengembangkan produk lebih jauh lagi.

  • Tidak Banyak Menghabiskan Waktu dan Dana

Mengembangkan produk adalah sebuah proses yang panjang. Butuh waktu dan dana yang tidak sedikit untuk membuatnya. Jika setelah dirilis ternyata tidak ada penggunanya, kerugian yang diderita jelas sangat besar.

Hal seperti ini tidak akan terjadi jika produk yang dirilis masih dalam bentuk MVP, dimana MVP sendiri tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk membuatnya. Produk ini dapat dirilis secepatnya guna mendapatkan feedback dari pengguna.

  • Mendapatkan Validasi Pengguna yang Sesuai

Sebuah produk pada awalnya dibuat berdasarkan asumsi dan hipotesis. Apakah produk tersebut akan digunakan oleh pengguna? Tipe pengguna seperti apa yang akan menggunakannya? Semua itu baru tervalidasi saat produk dirilis ke pasar. Saat merilis sebuah MVP, kedua pertanyaan di atas akan mulai terjawab. Anda juga akan mendapatkan gambaran lebih jelas tentang arah pengembangan kedepannya.

  • Mendapatkan Profit Tanpa Risiko Besar

MVP dapat dibuat dalam waktu yang relatif lebih singkat dan modal yang tidak begitu besar. Meski demikian, produk yang dikembangkan memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan. Hal seperti ini bisa terjadi jika MVP tersebut berhasil mendapatkan respon positif dan pengguna dalam jumlah besar.

Dengan meluncurkan MVP, startup bisa mendapatkan feedback langsung dari pengguna. Anda bisa mengetahui produk seperti apa yang benar-benar diinginkan oleh pengguna. Dengan demikian, produk yang potensial akan lebih cepat dikembangkan. Profit juga bisa didapatkan dengan lebih cepat.

  • Nilai Tambah Saat Mengajukan Pendanaan

Mencari investor untuk mendapatkan pendanaan bisa menjadi hal yang cukup melelahkan. Anda harus mampu meyakinkan investor bahwa produk yang dikembangkan benar-benar potensial dan mampu menghasilkan keuntungan bagi mereka.

Dengan MVP, startup Anda akan mendapat nilai tambah. Jika produk tersebut sudah digunakan oleh banyak orang, bahkan mulai menghasilkan keuntungan, hampir bisa dipastikan Anda akan mendapatkan pendanaan.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menyusun MVP

Saat mengembangkan MVP, sebaiknya jangan terlalu fokus pada teknologi. Pengguna umumnya tidak terlalu peduli dengan seberapa canggih teknologi yang digunakan. Pada dasarnya, mereka hanya peduli pada produk yang mampu mengatasi masalah yang mereka miliki.

Fokuslah pada hal-hal mendasar dan menyelesaikan masalah pengguna. Selain itu, jaga komunikasi dengan pengguna. Feedback yang mereka berikan jangan diabaikan atau sekedar dibaca. Menjaga komunikasi dan memanfaatkan feedback untuk memperbaiki produk yang tengah dikembangkan adalah inti dibuatnya MVP. Bagaimana? Sudah sejauh mana Anda mengembangkan produk Anda dengan MVP?

Share

Related Article

brd

Apa Saja Konten dari Business Requirement Document?

Keberhasilan suatu proyek sangat bergantung pada perencanaan dan pemahaman tentang apa yang ingin dicapai. Untuk alasan inilah, business requirement document atau BRD dibutuhkan.  Business Requirement

value stream mapping

Fungsi Value Stream Mapping dalam Manajemen Produksi

Efisiensi produksi tidak mungkin bisa dicapai tanpa mengetahui di mana titik permasalahan dan pemborosan itu terjadi. Untuk mengidentifikasinya, Anda membutuhkan alat yang tepat. Inilah saat

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: