Pengertian Conversion Rate dan Tips Mengoptimalkannya

Jika Anda ingin mengembangkan bisnis Anda dengan mengoptimalkan digital marketing, Anda perlu mengetahui apa itu conversion rate. Dengan begitu, Anda jadi bisa memoles lebih baik lagi strategi marketing apa yang akan diterapkan demi hasil lebih maksimal.

Apa Itu Conversion Rate?

Conversion rate adalah persentase tindakan pengguna yang diambil setelah klik total pada iklan atau aset digital lainnya. Strategi marketing Anda menentukan tindakan Anda yang biasanya mencakup klik dari tautan kedua, men-download aset seperti buku putih B2B (business-to-business), atau mendaftar untuk menerima penawaran khusus. Rumusnya adalah: klik / tindakan = conversion rate. Semakin tinggi conversion rate Anda, semakin sukses strategi digital marketing Anda.

Conversion rate mengukur jumlah pengguna yang terkonversi menjadi persentase dari jumlah total pengguna yang mengunjungi website Anda. Semakin tinggi konversinya, berarti semakin efektif strategi marketing Anda.

Di dunia digital marketing, konversi mengacu pada momen ketika pengunjung merespons ajakan dari upaya marketing Anda. Contohnya seperti:

  • Membuka email yang Anda kirim.
  • Mengisi formulir pendaftaran di website Anda.
  • Mendaftar untuk mendapatkan giveaway.
  • Membeli produk atau layanan Anda.

Ketika pengunjung website terkonversi, mereka akan berakhir di sistem CRM (Customer Relationship Management) Anda sehingga memungkinkan Anda untuk menargetkan mereka secara lebih efektif saat mereka melewati marketing funnel. Setiap konversi berarti membawa pengunjung website selangkah lebih dekat untuk menjadi konsumen.

Pentingnya Conversion Rate bagi Sebuah Bisnis

Untuk menentukan seberapa efektif upaya marketing yang Anda lakukan, Anda harus tahu berapa banyak orang yang merespons upaya tersebut karena conversion rate membandingkan jumlah respons pengunjung dengan jumlah total kontak. Contohnya, jika Anda menemukan bahwa 50 pengunjung melakukan pendaftaran dari 50.000 orang yang mengunjungi situs web Anda, berarti conversion rate hanyalah 1%.

Conversion rate juga memberikan data tentang apakah upaya segmentasi Anda berhasil. Mengetahui conversion rate memungkinkan Anda membuat upaya marketing yang lebih baik untuk media sosial dan saluran lain untuk menargetkan pengguna tertentu berdasarkan kategori yang berbeda, seperti lokasi, minat, dan lain sebagainya.

Cara Meningkatkan Conversion Rate

Berikut adalah lima cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan conversion rate.

  • Optimalkan konten blog

Membuat dan rutin menerbitkan artikel blog adalah salah satu cara untuk meningkatkan conversion rate di website Anda. Namun, jangan asal menulis banyak artikel, tapi juga perlu dipikirkan bagaimana menulis artikel yang ramah secara search engine optimization (SEO) agar meningkatkan peluang website Anda muncul di halaman pertama mesin pencari.

Kalau sudah terlanjur memiliki banyak artikel, Anda bisa mulai mengidentifikasi artikel mana yang memiliki traffic atau konversi rendah, kemudian sunting supaya isinya lebih menarik dan memenuhi standar SEO yang baik.

  • Buat call-to-action (CTA) berbentuk teks di blog

CTA umum seperti “Daftar” dan “Mulai Uji Coba” tidak akan memberi Anda conversion rate yang optimal. Anda harus memikirkan dengan seksama pilihan kata apa yang baik supaya bisa meningkatkan conversion rate.

Mulailah dengan CTA yang dimulai dengan kata “Ya”. Ini sangat efektif secara psikologis karena menggambarkan tawaran tersebut secara positif. Contohnya bisa seperti “Ya, saya ingin [paket penawaran Anda]”. Rumus seperti itu lebih baik ketimbang CTA yang umum.

  • Manfaatkan pop up

Menurut sebuah studi oleh Sumo, rata-rata conversion rate untuk semua pop up adalah 3,09%. Namun, jika Anda melakukannya dengan cara yang benar, Anda dapat mencapai 10% ke atas.

Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan conversion rate dengan pop up.

  • Cobalah beberapa paket penawaran (PDF, konten premium, produk, barang gratis lainnya).
  • Buat pop up berdurasi sekitar 30 detik.
  • Permudah pengunjung untuk menutup pop up.
  • Atur cookies sehingga pop up hanya muncul sekali per pengguna. Sebagian besar tool pop up memungkinkan Anda mengatur ini.
  • Uji coba landing page

Anda bisa mengubah landing page sedemikian menarik seperti menambahkan gambar atau video dari produk Anda. Elemen multimedia akan membuat perusahaan Anda lebih dipercaya.

Anda juga bisa menambahkan grafik atau video testimoni dari konsumen yang sudah membeli produk atau layanan Anda.

  • Permudah akses ke customer service

Walaupun segala info soal produk atau layanan Anda sudah ada di website, pengunjung biasanya tetap suka untuk bertanya langsung ke customer service. Untuk itu, permudah akses pengunjung untuk melakukan kontak langsung dengan customer service agar peluang terjadinya transaksi menjadi lebih tinggi ketimbang semata-mata hanya mengandalkan tombol CTA.

Langkah-langkah tersebut akan membantu Anda mempersonalisasi pengalaman pelanggan, sehingga membuat website Anda lebih responsif dan lebih mudah digunakan yang pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan. Intinya, setiap elemen website Anda pasti mampu membuat perbedaan dalam hal conversion rate.

Share

Related Article

brd

Apa Saja Konten dari Business Requirement Document?

Keberhasilan suatu proyek sangat bergantung pada perencanaan dan pemahaman tentang apa yang ingin dicapai. Untuk alasan inilah, business requirement document atau BRD dibutuhkan.  Business Requirement

value stream mapping

Fungsi Value Stream Mapping dalam Manajemen Produksi

Efisiensi produksi tidak mungkin bisa dicapai tanpa mengetahui di mana titik permasalahan dan pemborosan itu terjadi. Untuk mengidentifikasinya, Anda membutuhkan alat yang tepat. Inilah saat

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: