5 Tips Manage Startup Anda dalam Melalui Krisis

Seorang founder startup biasanya memiliki semangat besar saat menjalankan bisnisnya. Meski demikian, ia tidak luput dari kesalahan-kesalahan yang berdampak bagi bisnis startup yang tengah dijalankan. Beberapa kesalahan mungkin tidak memiliki dampak yang begitu besar.

Sayangnya, tidak sedikit kesalahan-kesalahan yang awalnya dikira kecil ternyata memiliki dampak besar bagi perkembangan bisnis startup ke depannya. Sebagai seorang founder, sebisa mungkin tentu Anda tidak ingin menghindari kesalahan. Jadi agar terhindar dari kesalahan yang tidak perlu, berikut kesalahan founder startup yang kerap dilakukan.

Keluar dari Playbook atau Panduan

Ketika kondisi ekonomi dan sosial terus berubah dan hampir setiap perusahaan menyesuaikan dengan kebiasaan baru, Anda perlu selalu mempertanyakan setiap asumsi-asumsi tentang bagaimana perusahaan harus beroperasi. Ketika begitu banyak yang berubah, aturan yang sama tidak akan lagi berlaku. Kondisi ini bukan sesuatu yang bisa Anda antisipasi, jadi Anda harus gesit dan berpikiran terbuka untuk menyesuaikan diri.

Yang perlu Anda lakukan adalah harus tenang dan tidak apa-apa keluar dari playbook. Ketika menghadapi krisis, pendekatan lama Anda harus disesuaikan agar cocok dengan kebutuhan pasar.

Fokus pada Kekuatan yang Dimiliki

Di saat krisis, itulah waktu yang tepat untuk mengeluarkan kelebihan Anda. Keunikan produk atau layanan Anda layak untuk segera dikeluarkan. Perusahaan perlu berkaca lebih dalam untuk mengetahui value proposition apa yang harus ditonjolkan kepada publik.

Perusahaan startup jauh lebih fleksibel daripada perusahaan besar untuk beradaptasi pada sebuah keadaan atau krisis, bahkan mampu mengubah fokus dan menata kembali diri mereka sendiri jika perlu untuk mengatasi krisis.

Perusahaan startup seringkali lebih mampu cepat beradaptasi dengan teknologi baru, dan itu bisa menjadi keuntungan besar. Contohnya di saat pandemi seperti ini ketika tempat kerja pindah secara virtual dan memperbolehkan karyawan untuk bekerja dari lokasi mana saja.

Terlalu Terburu-buru

Di zaman yang serba cepat, orang cenderung jadi terlalu tergesa-gesa. Padahal ada banyak hal yang tidak bisa diburu-buru. Salah satunya adalah membangun bisnis startup. Membangun bisnis itu ada prosesnya. Proses ini sering memakan waktu yang tidak sebentar. Jadi jangan terlalu terburu-buru. Di sini yang terpenting adalah mengerjakan apa yang perlu dilakukan dan berusaha untuk terus tumbuh.

Cermat Mencari Peluang

Krisis dapat menyebabkan masalah yang sangat besar, namun pada kenyataannya juga bisa menciptakan banyak peluang karena kebutuhan dan prioritas publik menjadi berubah. Seperti di pandemi sekarang ini, jumlah materi dan energi yang besar banyak dialihkan ke kebutuhan baru.


Contoh gampangnya adalah sebuah restoran yang dulu hanya menawarkan layanan makan di tempat. Namun, sekarang restoran-restoran dengan cepat beralih ke opsi take-out dan pendapatan pun menjadi meningkat. Sekarang, restoran-restoran pun tidak lagi perlu khawatir pendapatan mereka menurun karena dengan opsi take-out pun, mereka sudah cukup menguntungkan.

Menilik Lagi Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang lama mungkin sudah tidak lagi cocok dengan keadaan sosial dan ekonomi selama krisis. Maka dari itu, strategi yang Anda punya harus segera dibongkar ulang supaya cocok dengan situasi.

Mungkin sekaranglah waktunya untuk rebranding produk atau layanan, supaya meningkatkan brand awareness. Sebagai contoh, selain layanan yang sudah Anda punya, mungkin Anda bisa sekalian menawarkan apa yang konsumen butuhkan di masa pandemi ini. Atau lebih jauh lagi, Anda bisa menggagas survey tentang apa yang saat ini konsumen perlukan.

Jangan Panik

Anda mungkin ingin segera keluar dari situasi krisis, tapi Anda perlu berkepala dingin untuk menyikapinya dan jangan panik. Penting untuk merangkul ketidakpastian karena tidak ada yang tahu kapan krisis akan selesai. Kuncinya adalah semakin Anda bisa merangkul situasi sulit, Anda akan semakin cepat belajar untuk mengatasi krisis.

Tentunya tidak ada startup atau perusahaan yang ingin mengalami krisis. Tapi, yang namanya krisis memiliki probabilitas cukup tinggi untuk terjadi dan setiap startup harus punya antisipasi yang tepat yang bisa diimplementasikan agar krisis yang terjadi dapat diatasi dan tidak mengancam keberlangsungan startup.

Tentunya tidak ada startup atau perusahaan yang ingin mengalami krisis. Tapi, yang namanya krisis memiliki probabilitas cukup tinggi untuk terjadi dan setiap startup harus punya antisipasi yang tepat yang bisa diimplementasikan agar krisis yang terjadi dapat diatasi dan tidak mengancam keberlangsungan startup.

Share

Related Article

brd

Apa Saja Konten dari Business Requirement Document?

Keberhasilan suatu proyek sangat bergantung pada perencanaan dan pemahaman tentang apa yang ingin dicapai. Untuk alasan inilah, business requirement document atau BRD dibutuhkan.  Business Requirement

value stream mapping

Fungsi Value Stream Mapping dalam Manajemen Produksi

Efisiensi produksi tidak mungkin bisa dicapai tanpa mengetahui di mana titik permasalahan dan pemborosan itu terjadi. Untuk mengidentifikasinya, Anda membutuhkan alat yang tepat. Inilah saat

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: