Memahami Iterative Process dalam Perkembangan Bisnis

iterative process

Perkembangan sebuah startup tentunya membutuhkan proses yang panjang dan berkelanjutan. Riset dan pengembangan akan sangat membantu perusahaan meningkatkan kualitas, dan memahami apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Dalam hal ini, sda beragam metode yang bisa diimplementasikan dalam mendukung proses perkembangan startup dan salah satunya adalah iterative process.

Apa pun itu produknya, menerapkan strategi yang tepat akan sangat berguna untuk mencapai tujuan bisnis. Iterative process adalah salah satu metode yang bisa dilakukan oleh startup untuk meningkatkan kualitas dari produk yang dimiliki melalui teknik riset dan pengembangan tim untuk mengoptimalkan produk, layanan, dan proses bisnis.

Teknik riset dan pengembangan tersebut dilakukan melalui siklus trial-and-error yang terkalkulasi dengan penyesuaian pada setiap siklus berdasarkan informasi-informasi yang didapatkan pada proses iterasi sebelumnya. Dengan memakai metode ini, tim produk bisa mendesain dan merencanakan perubahan yang sesuai untuk mencapai tujuan akhir perusahaan.

Mengapa Harus Menggunakan Iterative Process

Terdapat banyak alasan kenapa Anda harus menggunakan iterative process dalam proses riset dan pengembangan. Metode ini bisa memberikan banyak manfaat untuk perusahaan Anda seperti berikut ini:

  • Fleksibel

Satu alasan kenapa harus memakai iterative process adalah fleksibel. Manfaat besar dari metode ini adalah kemampuannya untuk memungkinkan Anda merevisi dan menyempurnakan produk. Ini sangat menguntungkan apabila perusahaan Anda masih dalam fase perencanaan yang tidak memiliki model acuan. Biasanya, perusahaan yang menggunakan iterative process mencari produk yang masih bisa dievaluasi sedemikian rupa, dan juga bisa beradaptasi dengan banyak skenario dan tipe bisnis.

  • Efektif dan Efisien

Iterative process juga sangat berguna untuk membuat strategi baru dan membuat produk yang sukses. Pasalnya, setiap proses iterasi yang dilakukan akan berdasarkan proses sebelumnya, sehingga akan mudah untuk dipahami pada fase apa produk Anda berada. Iterative process bisa dimulai dari prototype dasar yang memasuki fase tes untuk memberikan Anda banyak feedback dalam menuju hasil yang lebih matang.

Setiap siklus merepresentasi peningkatan signifikan yang bisa mengoptimalkan produk. Ini bisa membantu perusahaan tetap fokus pada target dan dengan cepat beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi atau feedback-feedback dari konsumen.

  • Kemudahan dalam Manajemen Risiko

Iterative process akan memudahkan tim produk dalam mengenali dan memecahkan beragam masalah di setiap siklus, sehingga pada proses iterasi berikutnya, tim produk pun sudah bisa mengantisipasi risiko yang ada dengan baik. Secara bertahap, proses pengembangan produk pun bisa lebih efektif.

Hal ini dapat mengurangi risiko besar menjelang akhir proses karena tim produk telah memahami betul permasalahan yang ada. Dengan iterative process, ini memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan risiko lebih awal.

  • Buildable

Iterative process memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk yang ada secara konsisten. Di setiap siklus, tim bisa mengevaluasi area mana yang bisa diperbaiki dan menerapkan hal-hal yang mereka dapat saat proses tersebut berjalan.

Itu berarti setiap iterasi baru biasanya lebih baik daripada yang sebelumnya. Dengan meningkatkan proses pengembangan secara konsisten, tim dapat menciptakan produk yang tepat dan merancang proses dengan cermat untuk memastikan kualitas.

  • Mudah Diakses

Iterative process adalah proses yang sangat efektif karena mudah diakses. Metode ini mendorong kolaborasi, komunikasi, dan transparansi. Karena proses ini menyoroti inkonsistensi dan area dimana tim dapat meningkatkan desain atau fitur dari produk. Mengimplementasikan iterative process menjadi salah satu hal yang efektif dalam pengembangan produk yang pada akhirnya akan mendukung perkembangan startup itu sendiri. Rencana yang penuh kehati-hatian bisa membantu keberhasilan iterative process. Biasanya, tim riset pasar menggunakan iterative process untuk membantu mereka mengetahui isu, meningkatkan strategi bisnis, dan mengoptimalkan fitur produk.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Related Article

Customer needs

Beragam Jenis Customer Needs yang Perlu Diketahui

Memahami customer needs atau kebutuhan pelanggan merupakan hal penting yang harus dilakukan agar sebuah startup bisa membuat produk yang benar-benar bisa menjadi solusi bagi konsumen.

MVP prototype

Cara Tepat dalam Menentukan MVP Feature Set

MVP adalah istilah yang sekarang sangat familiar di dunia startup. Minimum Viable Product (MVP) merupakan salah satu tahap penting dalam proses pengembangan produk sebuah startup.

Program intensif yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberdayakan early-stage startup, berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi growth marketing, assisting technology development, dan business skill.

© Startup Studio Indonesia 2021

Sebuah program dari: